Laba Bank DKI Melonjak 33,44%

Jakarta : Kinerja keuangan Bank DKI terus menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode Maret tahun sebelumnya. Hal tersebut tercermin pada kinerja Per Maret 2013 ini, Bank DKI telah berhasil mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 33,44% dengan realisasi sebesar Rp211,56 miliar. Pertumbuhan Total aset per Maret 2013

mencapai Rp24,54 triliun, meningkat sebesar 12,13%. Perolehan Dana Pihak Ketiga mencapai Rp19,78 triliun, tumbuh 16,28% dan penyaluran kredit sebesar Rp15,09 triliun, tumbuh sebesar 12,85%. Demikian disampaikan Eko Budiwiyono, Direktur Utama Bank DKI di Jakarta (29/04).

Keuangan Bank DKI juga menunjukkan peningkatan diantaranya NPL Nett yang membaik dari periode yang sama sebelumnya. NPL Nett per Maret 2013 berada pada posisi 2,30%, membaik dari posisi 3,17% di Maret 2012. ROA meningkat dari posisi 3,03% pada posisi Maret 2012 menjadi 3,44% per Maret 2013. NIM meningkat dari 5,50% pada posisi Maret 2012 menjadi 5,84% per Maret 2013. LDR meningkat 65,53% per Maret 2012 menjadi 75,65% per Maret 2013. CAR juga mengalami peningkatan dari 12,09% per Maret 2012 menjadi 12,83% per Maret 2013.

Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono menuturkan bahwa kinerja Bank DKI yang konsisten meningkat merupakan bukti keseriusan bahwa Bank DKI memang layak mendapatkan tambahan modal dari Pemprov DKI Jakarta. April 2013 ini, Pemprov DKI sudah merealisasikan penyertaan modal pemerintah (PMP) sebesar Rp450 Miliar. Dengan adanya tambahan penyertaan modal tersebut, modal disetor Bank DKI naik menjadi  Rp1,58 triliun. “Penguatan struktur modal Bank DKI menjadi pijakan dasar yang baik bagi Bank DKI untuk melanjutkan ekspansi Bank DKI” ujar Eko Budiwiyono.

Bank DKI ditahun 2013 ini memang terus merencanakan ekspansi jaringan sebanyak 50 kantor, utamanya dibeberapa kota besar dan penguatan daya saing Bank DKI di Jabodetabek. Beberapa waktu kemarin, Bank DKI menambah jaringan kantor di Surakarta dan Bandung. Jumlah jaringan kantor Bank DKI per April 2013 mencapai 204 jaringan kantor yang terdiri dari 21 kantor cabang konvensional, 2 cabang syariah, 38 cabang pembantu konvensional, 8 cabang pembantu syariah, 105 kantor kas konvensional dan kantor kas syariah, 31 payment point berikut dengan 4 samsat drive thru. Dalam waktu dekat Bank DKI merencanakan untuk membuka kantor layanan setingkat kantor Cabang di Depok dan Bumi Serpong Damai serta di beberapa kota besar seperti di Pekan Baru, Palembang dan Makasar.

 

Pemprov DKI Tambah Modal BDKI

Menanggapi peningkatan kinerja Bank DKI, dalam kesempatan terpisah, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo merencanakan akan melakukan penambahan modal Rp 1 triliun. Dengan mempertimbangkan pertumbuhan dari kinerja Bank DKI yang tumbuh secara konsisten serta visi dan misi Bank DKI yang telah dicanangkan, Pemprov DKI Jakarta terus menunjukkan konsistensi dukungan terhadap Bank DKI, terutama dalam penguatan permodalan. Penambahan penyertaan modal Pemprov DKI menguatkan langkah Bank DKI untuk melakukan ekspansi dimana Bank DKI memang membutuhkan modal untuk ekspansi. Tercatat, tahun 2012 Pemprov menambah modal sebesar Rp500 miliar mampu mendongkrak posisi CAR Bank DKI berada pada posisi 12,30% dari posisi CAR 2011 yang berada pada posisi 9,57%. April 2013, Pemprov kembali menambah modal sebesar Rp450 miliar yang kembali menaikkan posisi CAR Bank DKI per April 2013 pada posisi 15,38%.