Dewan Komisaris

hasanbasri

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasan Basri Saleh
Komisaris Utama

Lahir di Pare-Pare pada tanggal 18 Mei 1958. Suami dari Ade Rossana dan ayah dari 2 anak yang bernama Annisa Nindyasari dan Bastian Abiyusuf.

Kewarganegaraan dan Domisili
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Indonesia.

Jabatan dan Dasar Penunjukan
Menjabat sebagai Komisaris Utama Bank DKI sejak tanggal 18 Desember 2013 berdasarkan hasil Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT. Bank DKI tanggal 18 Desember 2013 yang dituangkan dalam Akta No. 59 dan efektif setelah diterima persetujuan fit and proper test
dari Otoritas Jasa Keuangan.

Pendidikan
Mendapatkan gelar Sarjana Teknik Sipil di Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat pada tahun 1983 dan gelar Paska Sarjana Sistem dan Teknik Jalan di Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat pada tahun 1988.

Pelatihan
Pengalaman tersebut ditunjang dengan pengalamannya dalam mengikuti berbagai studi banding di luar negeri seperti studi banding system monorail di Cina, Korea dan Jepang (2005), Studi Banding pembangunan dan pengoperasian busway diFrankfurt, London, Curitiba dan Sao Paolo (1999), Studi Banding sistem operasi dan kinerja MRT di Singapore, Hong Kong dan Tokyo (1996), Road Safety Engineering (AIP) Course di Nottingham Forest, Inggris (1993), Training Course untuk sistem operasi dan manajemen Light Rail Transit di enam kota besar di Jerman (1992) dan JICA training course in Train Operation and Management di Toyo dan Osaka Jepang (1991). Pencapaian lain yang bisa dicatat adalah pengalamannya menjadi nara sumber dan pembicara dalam berbagai seminar dan workshop sejak tahun 1992. Management di Toyo dan Osaka Jepang (1991).

Perjalanan Karir
Perjalanan karirnya, diawali dengan menjadi Konsultan Manajemen dalam menangani proyek-proyek mulai tahun 1983 - 1990, kemudian dari tahun 1991 - 1993, sebagai staf pada Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kota pada Ditjen Perhubungan Darat dan anggota Tim dalam penyusunan dan negosiasi High Way Sector Loan dari IBRD (World Bank). Selain itu, menjadi Ketua Pelaksana Joint Working Group Penyusunan Basic Design MRT Blok M-Kota 1995/1996 dan menjadi Penasehat Ketua Bappeda dalam bidang Prasarana serta Ketua Tim Penyusunan sistem busway untuk penerapan di Jakarta yang bekerjasama dengan GTZ – Jerman (1997 - 1999), serta sebagai tim “Collaborative Study Committee For Urban Railways In Asia”.


Sarwanto

Komisaris Independen


 

Agoest Soebhektie

Agoest Soebhektie
Komisaris Independen
Lahir di Magelang pada tanggal 5 Agustus 1953. Suami dari Herawatie. S. Murad dan ayah dari 2 anak yang bernama Mochammad Akbar M.B. dan Sabrina Farizky. Warga Negara Indonesia, berdomisili di Indonesia.
Menjabat sebagai Komisaris Utama Bank DKI sekaligus merangkap sebagai Komisaris Independen sejak 27 April 2010 berdasarkan hasil Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT. Bank DKI tanggal 26 April 2010 yang dituangkan dalam Akta No. 59 tanggal 25 Mei 2010 tentang Pernyataan Keputusan Rapat PT. Bank DKI.
Mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Andalas, Padang pada tahun 1978 dan gelar Paska Sarjana Manajemen Agri Bisnis di Institut Pertanian Bogor pada tahun 1994.
Selama perjalanan karirnya banyak mengikuti pendidikan dan pelatihan teknis dan perbankan. Tidak kurang dari 29 jenis pelatihan dan seminar yang pernah dijalani, diantaranya adalah Long Term Lending (1987), Busines Management Implementation wave 1 (1987) dan wave 3 (1988), Retail Strategy and Reingenering di London (1995), Retail Banking Technology di Singapura (1996), ISO 9000 (1998), Retirement Fund (1998), Management Information System (1991), Quality Leadership and Life Management (2009), Asian Leadership Management (2009).
Sebelum menjadi Komisaris Utama di Bank DKI pernah menjadi Direktur di Lembaga Pendidikan Perbankan Indonesia, sebagai Direktur BNI Bidang Consumer, Direktur BNI Bidang Retail, Direktur LPPI, dan Senior Advisor di PT. GTWO IMC Evolution juga pernah menjadi pengajar di Universitas Pancasila dan di LPPI hingga kini.


Call Center