Strategi Bisnis Dan Pencapaian Kinerja Bank DKI - 2013

Pada tahun 2013 ini, Bank DKI telah menetapkan target pertumbuhan dana pihak ketiga dengan peningkatan sebesar 30,54% (YoY) sehingga total dana pihak ketiga pada tahun 2013 menjadi 26,9 triliun. Target tersebut akan dicapai melalui perbaikan struktur pendanaan dengan fokus kepada penghimpunan dana-dana murah serta pengembangan terhadap produk-produk Bank DKI.

Sedangkan untuk penyaluran kredit, Bank DKI telah menetapkan target untuk total kredit meningkat sebesar 42,73% (YoY) menjadi sebesar Rp 21,4 triliun pada tahun 2013. Hal ini disampaikan Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono dalam acara buka bersama dengan kalangan media di Jakarta (15/7).

u kinerja keuangan Bank DKI sepanjang semester-I (Q-II) 2013 terus menunjukkan peningkatan. Hal tersebut tercermin pada pertumbuhan total aset Bank DKI pada Juni 2013 mencapai 13,60% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2012 dengan realisasi sebesar Rp 28,7 triliun. Untuk laba, Bank DKI berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 413 miliar atau mengalami pertumbuhan sebesar 63,93% dibandingkan periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp 252 miliar. Untuk penyaluran kredit, pada Juni 2013 tercatat sebesar Rp 16,5 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 28,71% dibandingkan periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp 12,8 triliun.

Sedangkan dari sisi dana pihak ketiga (DPK), pada Juni 2013 terealisasi sebesar Rp 22,4 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 9,91% dibandingkan periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp 20,3 triliun. Pertumbuhan tersebut berasal dari giro yang tumbuh 8,90% dari semula sebesar Rp 7,3 trilun di Juni 2012 menjadi sebesar Rp 7,98 triliun pada Juni 2013. Dana pihak ketiga yang berasal dari tabungan dan deposito masing-masing terealisasi sebesar Rp 3,5 triliun dan Rp 10,3 triliun atau dengan peningkatan untuk tabungan dan deposito masing-masing sebesar 10,02% dan 13,60% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan kinerja yang terus meningkat selama ini, Pemprov DKI senantiasa terus mendukung pertumbuhan dan perkembangan Bank DKI. Tahun ini juga Bank DKI direncanakan kembali mendapatkan tambahan modal disetor dari Pemprov DKI dengan total mencapai Rp 1,35 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar 450 milliar telah disetor penuh pada bulan April 2013 sedangkan sisanya diharapkan dapat direalisir semester II tahun 2013 ini. Tambahan modal tersebut dalam rangka memperkuat ketahanan kelembagaan dengan CAR (Capital Adequacy Ratio) yang lebih baik, memperluas jaringan bisnis dan meningkatkan permodalan absolut Bank DKI untuk bertransformasi menjadi bank umum berskala nasional.

Bank DKI di 2013 ini terus merencanakan ekspansi jaringan sebanyak 40 kantor, utamanya dibeberapa kota besar dan penguatan daya saing Bank DKI di Jabodetabek. Bank DKI telah menambah jaringan kantor di Surakarta dan Bandung. "Beberapa waktu yang lalu Bank DKI telah membuka kantor layanan setingkat kantor Cabang di Depok dan Bumi Serpong Damai dan dalam waktu dekat direncanakan membuka kembali di beberapa kota besar seperti di Pekanbaru, Palembang dan Makassar," tutur Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono.

Hingga saat ini jumlah jaringan kantor Bank DKI sebanyak 208 unit kantor. Jumlah tersebut meliputi 23 kantor cabang konvensional, 2 cabang syariah, 39 cabang pembantu konvensional, 8 cabang pembantu syariah, 105 kantor kas konvensional dan kantor kas syariah, 31 payment point dan 4 Samsat drive thru. Untuk mesin ATM, Bank DKI telah memiliki sebanyak 300 unit ditambah 5 mobil cash keliling. Untuk pengembangan bisnis UMKM, Bank DKI merencanakan untuk membuka 40 Gerai Usaha Mikro (GUM).

Dari segi penghargaan, tahun ini Bank DKI berhasil meningkatkan peringkatnya dari posisi ke empat pada BSEM (Bank Service Excellence Monitor) 2012 menjadi posisi ke dua pada BSEM 2013. Menurut Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono, “Ini buah manis dari kerja keras Bank DKI dalam melakukan lima perbaikan, yaitu: performance, service, human resource, GCG dan CSR”. 

Komitmen untuk memberikan layanan terbaik juga menjadi fokus perhatian Bank DKI terutama bagi nasabah. Melalui Tagline: Kepuasan Nasabah Prioritas Kami, dan prinsip 3 NO (No Delay, No Error, No Special Payment), bagi Bank DKI mengelola bisnis tak sekedar berorientasi profitabilitas, yang terpenting adalah mewujudkan kemudahan, keamanan dan kenyamanan dalam bertransaksi bagi para nasabahnya.

Sebagai bank yang konsisten mencapai tujuan perusahaannya, Bank DKI selalu berupaya memberikan pelayanan yang terbaik. Terbukti dengan beberapa penghargaan yang diraih, termasuk diantaranya penghargaan Indonesia’s Most Admired Companies (IMAC) Award 2013 dari Frontier Consulting, majalah Bloomberg BusinessWeek dan Majalah InfoBank, The Best Admired Banking Company for Customer Satisfaction kategori Bank Pembangunan Daerah dengan pelayanan prima dari Majalah Property & Bank dan Aliansi Jurnalis Property & Keuangan serta penghargaan sebagai Perusahaan Terpercaya berdasarkan Corporate Governance Perception Index dalam The Most Trusted Company.

Call Center